Kunto Aji Rilis Album 'Generation Y'
By Chaca Atmika - Thursday, November 19, 2015
Siapa yang tak mengenal pelantun single yang satu ini. Ya, Kunto Aji sukses menarik perhatian blantika musik tanah air dengan single perdananya itu. Tak heran, beragam penghargaan sudah diraih pria kelahiran Yogyakarta ini. Sebut saja, Breakthrough Artis of The Year pada ajang NET. Indonesian Choice Awards dan yang teranyar pendatang baru terbaik dan lagu terbaik Indonesia pada Anugerah Planet Muzik 2015 di Singapura. Membuktikan musikalitasnya, Kunto Aji pun kini merilis sebuah album perdana yang diberi judul Generation Y. Mengankat tema kekinian, 9 buah lagu pada album perdananya, lirik dan harmoniya ia tulis sendiri. Uniknya, Kunto Aji membuat sampul albumnya agar bisa didesain sendiri oleh pemiliknya.
Sisterhoodgigs. Bermula dari inisiatif ke-4 musisi perempuan Indonesia, Tere, Riry Ex-She, Fia dan Sara Pop The Disco, komunitas yang menyediakan ruang bagi musisi perempuan ini terbentuk sejak 2014 lalu. Komunitas ini menjadi ruang bagi para musisi perempuan agar bisa lebih mengembangkan potensi bermusik dan berekspresi secara bebas. Menandai 1 tahun perjalanannya, Sisterhoodgigs merilis anthem resmi mereka berjudul Bersinarlah. Dengan konsep kolaboratif, single ini dinyanyikan secara bersamaan dengan ke-47 anggotanya.
Bagi sebagian orang, sampah merupakan limbah tak bernilai. Sampah seringkali menjadi masalah besar yang terabaikan dan tidak mendapat perhatian oleh masyarakat. Namun siapa sangka, sampah yang awalnya tak berguna bisa diubah menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis. Mendaur ulang sampah tentu berguna bagi kebersihan lingkungan, selain itu, bisa berptensi menjadi sumber bisnis bagi beberapa orang belakangan ini. Sampah-sampah tersebut dapat diolah menjadi produk-produk seperti souvenir, dompet, tas dan masih banyak lagi. Pemanfaatan sampah menjadi produk yang bernilai jual ini bahkan bisa menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah.
Maraknya kasus korupsi yang melanda negeri tak menyurutkan semangat perkumpulan yang didirikan sejak 9 April 2003 ini. Penghargaan yang ditujukan bagi pribadi-pribadi yang berjuang melawan korupsi ini membuktikan masih banyaknya orang-orang yang berperan aktif dalam pemberantasan korupsi. 12 tahun sejak diselenggarakan, 13 pribadi anti korupsi telah menerima anugerah ini, sebut saja Sri Mulyani Indrawati, Joko Widodo hingga Basuki Tjahaja Purnama. Dan tahun 2015 ini, Bung Hatta Anti Corruption Award kembali digelar. Setelah berhasil menjaring 16 nominasi, Bung Hatta Anti Corruption Award akhirnya menetapkan Tri Rismaharini dan Yoyok Riyo Sudibyo sebagai penerima penghargaan bergengsi tahun 2015 ini. Dan puncak penganugerahan Bung Hatta Anti Corruption Award 2015 akan diselenggarakan Kamis malam di Jakarta.
31 Oktober 1926, Harry Houdini meninggal dunia di Detroit, Michigan pada usia 52 tahun. Pesulap yang terkenal dengan berbagai trik jenius yang ia ciptakan ini meninggal akibat operasi usus buntunya yang gagal. Pecahnya usus buntu Houdini dipicu oleh aksinya memamerkan trik fisik kepada penggemarnya. Houdini menuruti permintaan 2 orang mahasiswa yang memintanya untuk memperagakan trik kekuatan fisik yakni menyerap pukulan-pukulan yang dilayangkan pada tubuh bagian atasnya tanpa terluka. Akibatnya, penyakit usus buntu yang telah diidap Houdini meradang dan bertambah parah. Pada saat pemakamannya, Houdini dibaringkan dan dikubur pada kotak tempat ia biasanya mempertontonkan trik ilusi terkenalnya "Buried Alive".
31 Oktober 1924, Hari Tabungan Sedunia dicetuskan. Tepatnya dalam kongres Bank Internasional di Milan, Italia. Tujuan peringatan Hari Tabungan Dunia adalah menginformasikan kepada seluruh masyarakat tentang keamanan menyimpan uang di Bank. Hingga saat ini, sejumlah negara di Eropa memperingati Hari Tabungan Sedunia dengan beramai-ramai menabung ke Bank.