Friday, May 4, 2012

Data Link Layer, Ethernet, Modem dan Access Point, Flow Control, Pendekteksian dan Koreksi Kesalahan

1.    Data Link Layer
      Merupakan layer kedua pada model referensi OSI layer. Pada layer ini data diterima dari network layer berupa Paket yang kemudian diencapsulasi menjadi Frame, dengan memberikan layer-2 header dan kemudian dikirim ke phisycal layer untuk diteruskan ke penerima. Pada penerima, layer ini mengubah Byte menjadi Frame, frame header akan dilepas (dekapsulasi), kemudian dikirim ke network layer menjadi paket. Protokol pada data link layer mengantur secara langsung transfer antara node-node dari data antara dua komputer.
Fungsi-fungsi yang mendukung protokol ini antara lain:
a.      Deteksi dan koreksi kesalahan transmisi
b.     Framing dan link akses
c.      Reliable delivery
d.     Flow control
Flow control merupakan teknik yang digunakan untuk mengontrol proses pengiriman frame dari pengirim ke penerima agar tidak terjadi penumpukan frame yang menyebabkan hilangnya frame sebelumnya, hal ini terjadi karena buffer penerima belum mengambil frame yang harus diterimanya.

Teknik error control pada data link pada umumnya ada dua, yaitu:
a.      Error detection ada tiga jenis, yaitu Parity, BCC dan CRC yang dilakukan pada hardware, jika ada error maka flag ketiga detection itu akan on. Jika on maka penerima akan meminta ulang pengiriman data.
b.     Error correction
Frame yang ada pada data link harus mencakup syncronisasi, format yang sesuai dengan control frame, agar physical layer dapat menerima format data link layer dan menjadi streaming bit.

Contoh-contoh protokol pada data link layer :
a.      HDLC (High Level Data Link Control)
b.     Data Link layer pada intenet terdiri dari
·       SLIP (Serial Line IP)
·       PPP (Point to Point Protocol)
c.      Data Link layer pada ATM

2.    Ethernet, Modem dan Access Point
·       Ethernet
            Ethernet merupakan jenis perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972. Ethernet merupakan sebuah teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai interface yang digunakan untuk konektivitas perangkat komputer maupun laptop, hampir di setiap jaringan LAN (Local Area Network) di seluruh dunia.
            Selain karena harganya terjangkau, teknologi Ethernet sangat mudah diadaptasi oleh perangkat seperti modem, printer, scanner, faksimile, VoIP phone, serta perangkat teknologi informasi lainnya. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi data, teknologi Ethernet juga digunakan sebagai interface dari layanan broadband data comunication, yang lebih dikenal dengan nama Metro Ethernet.
·       Modem
                        Istilah Modem merupakan singkatan dari dua kata yaitu Modulator dan             Demodulato. Pengertian Modulator adalah suatu rangkaian yang berfungsi melakukan      proses modulasi, yaitu proses “menumpangkan” data pada frekuensi gelombang      pembawa (carrier signal) ke sinyal informasi/pesan agar bisa dikirim ke penerima melalui       media tertentu ( seperti media kabel atau udara), biasanya berupa gelombang sinus.        Dalam hal ini sinyal pesan disebut juga sinyal pemodulasi. Data dari komputer yang            berbentuk sinyal digital dirubah menjadi sinyal Analog.
                        Demodulator mempunyai fungsi kebalikan dari modulator (demodulasi), yaitu    proses mendapatkan kembali data atau proses membaca data dari sinyal yang diterima dari pengirim. Dalam demodulasi, sinyal pesan dipisahkan dari sinyal pembawa frekuensi    tinggi. Data yang berupa sinyal Analog diberubah kembali menjadi sinyal digital agar       bisa terbaca di komputer penerima. Dan Modem merupakan penggabungan dari kedua       sistem tersebut diatas, sehingga modem merupakan alat komunikasi dua arah.
·       Access Point
                        Wireless access point adalah perangkat jaringan wireless yang menghubungkan client wireless (seperti komputer yang dilengkapi dengan adapter USB wireless atau      laptop yang dilengkapi dengan adapter ExpressCard wireless) dengan jaringan yang menggunakan kabel – yang biasanya juga bisa koneksi terhadap internet melaluinya.     Seperti halnya dengan sebuah bridge, wireless access point mempunyai sedikitnya dua            koneksi jaringan dan sebagai jembatan agar bisa saling bertukar traffic antar keduanya.                                   Koneksi pertama adalah interface wireless yang umumnya berupa on-board radio          atau wireless card didalamnya. Interface jaringan kedua bisa berupa Ethernet, modem           dial-up, atau bahkan bisa berupa adapter wireless lainnya. Bahkan sekarang ini sudah            banyak wireless access point mempunyai lebih dari satu Ethernet port yang mana bisa    menyederhanakan pembuatan segment jaringan.
                        Hardware access point mengendalikan akses menuju dan dari kedua jaringan             (kabel dan wireless). Pada sisi wireless, kebanyakan vendor menggunakan /             mengimplementasikan metoda pengendalian akses keamanan dari standard keamanan        sederhana inkripsi WEP untuk kebanyakan 802.11b/g standard, dan untuk yang 802.11n standard menggunakan inkripsi terkini yaitu WPA (Wi-fi Protected Access) baik yang        Personal atau yang Enterprise, disamping juga mendukung WEP. Yang Enterprise bisa            mendukung infrastructure RADIUS server.
3.    Flow Control
            adalah suatu teknik untuk menjamin bahwa entitas pengirim tidak akan membanjiri data kepada entitas penerima. Entitas penerima secara khusus mengalokasikan buffer dengan beberapa kali panjangnya tansfer. Ketika data diterima receiver harus mengerjakan sejumlah proses tertentu sebelum mengalirkan data ke software dengan level yang lebih tinggi. Dengan tidak adanya flow-control maka buffer pada penerima dapat terisi penuh dan melebihi kapasitas, bersamaan pada saat penerima masih memproses data sebelumnya.
            Tipe Flow Control :
·       Network congestion
·       Windowing Flow control
·       Data Buffer

4.    Pendekteksian dan Koreksi Kesalahan
Ada dua pendekatan untuk deteksi kesalahan :
1. Forward Error Control 
      Dimana setiap karakter yang ditransmisikan atau frame berisi informasi tambahan(redundant)      sehingga bila penerima tidak hanya dapat mendeteksi dimana error terjadi,tetapi juga              menjelaskan dimana aliran bit yang diterima error.
2. Feedback (backward) Error Control 
      Dimana setiap karakter atau frame memilki informasi yang cukup untukmemperbolehkan       penerima mendeteksi bila menemukan kesalahan tetapi tidaklokasinya. Sebuah transmisi       kontrol           digunakan untuk meminta pengiriman ulang,menyalin informasi yang dikirimkan.

Feedback error control dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Teknik yang digunakan untuk deteksi kesalahan
2. Kontrol algoritma yang telah disediakan untuk mengontrol transmisi ulang.

Metode Deteksi Kesalahan :
1. Echo 
Metode sederhana dengan sistem interaktif .Operator memasukkan data melaluiterminal dan mengirimkan ke komputer. Komputer akan menampilkan kembali keterminal, sehingga dapat memeriksa apakah data yang dikirimkan dengan benar.
2. Error Otomatis 
Metode dengan tambahan bit pariti.

Terdapat 2 cara :
     a. Pariti Ganjil (Odd Parity)
           Yaitu bit pariti yang ditambahkan supaya banyaknya bit "1" tiap karakter atau dataganjil.
     b. Pariti Genap (Even Parity)
Yaitu bit pariti yang ditambahkan supaya banyaknya bit "1" tiap karakter atau datagenap.

No comments:

Post a Comment